Ilustrasi Anak
Credit Foto

Tak sedikit orang tua yang memaknai sex hanya sekedar bagaimana laki-laki dan perempuan bercumbu sambil bilang "Oh yes dan Oh no" ketika bergumul di ranjang. Atau hanya sebatas pikiran atas kenikmatan yang tak tergambarkan dengan kata-kata bagaimana puncak orgasme bersenggama itu dicapai dengan berbagai variasi gaya. 

Maaf, saya tidak bemaksud menggiring pemikiran masuk dalam ranah pornografi, atau melewati batas kebiasaan mengolah bahasa tulisan untuk dikonsumsi umum sesuai dengan kepribadian orang timur ketika membaca anotasi diatas. Kalau merasa jengah lalu mengatakan terlalu vulgar dan tabu, maka sebenarnya disitulah letak batasan pemikiran kita yang sebenarnya.

Saya bermaksud mengungkap kembali sebuah paradigma, bahwa (memang) banyak orang tua yang masih malu dan menganggap tabu untuk berbicara tentang sex bahkan sesama orang dewasa. Bisa jadi itu karena keyakinan bahwasannya seks memang hal yang pribadi dan tidak perlu diumbar kepada khalayak. Hal ini tidak salah bila menyangkut dengan kegiatannya, tetapi tidak untuk esensi pendidikannya.
Pertanyaannya, bagaimana kita bisa memberikan pendidikan seks pada anak secara dini ketika pemikiran kita sebagai orang tua masih mengatakan bahwa sex itu tabu untuk dibicarakan?
Memberikan pendidikan seks kepada anak tidak mungkin sefulgar anotasi di atas. Anak mempunyai pemahaman yang berbeda sesuai dengan tingkatan pemikiran anak yang dipengaruhi oleh umur. Jadi kita perlu menggunakan cara-cara yang sederhana dan mudah dipahami.

Bagaimana Memulai ? 
Kita perlu memahami terlebih dahulu bahwa sex mempunyai dua sisi pengertian yang saling berkaitan yakni menyangkut segala sesuatu yang berhubungan dengan "alat kelamin" dan "hubungan kelamin" itu sendiri. Pendidikan seks untuk anak itu merujuk pada pengertian yang pertama yakni yang berhubungan dengan alat kelamin.

Terkait dengan tingkat umur anak, ada beberapa pendapat mengatakan bahwa pendidikan seks bagi anak baik dilakukan sejak anak umur 0 tahun, ada juga yang berpendapat sejak umur 3 tahun. Kedua-duanya sangat baik untuk menambah referensi kita sebagai orang tua.

Untuk menyederhanakan pemahaman, saya lebih cenderung membaginya dalam dua kelompok sebagai berikut :
a. Anak-anak umur dibawah 7 tahun
Secara alamiah anak dibawah 7 tahun sudah mengalami apa yang disebut dengan Excitement Genital (Rangsangan Genital). Walaupun kadarnya sangat berbeda dengan orang dewasa, proses perkembangan seks anak diusia ini dapat dilikat dari kebiasaannya yang sudah mulai memegang organ intimnya, suka bermain dokter-dokteran dan keinginan untuk melihat bagian tubuh teman bermainnya.

Pada anak usia ini, kita harus terbuka untuk menjelaskan kepada anak tentang organ intim yang milikinya. Penyebutan kata penis, vagina dan payudara harus sudah diperkenalkan secara baik. Bukan dengan menggunakan bahasa-bahasa seperti burung, nenen, dan lain-lain.

Orang tua juga harus sudah mengajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan organ intim, tidak boleh memegangnya dengan tangan kotor. Selain itu anak juga harus sudah diajarkan atas "rasa malu" untuk tidak menunjukan organ vitalnya kepada orang lain seperti sehabis mandi dan lain-lain.

b. Anak Usia 8- 13 Tahun
Usia ini adalah yang paling patut diwaspadai karena ancaman mulai muncul pada anak. Anak-anak mengalami perubahan fisik tubuh menjelang pubertas seperti tumbuh jakun, payudara mulai menonjol dan menstruasi. Anak mulai mengekpresikan prilaku diri melalui alat permainan dan tontonan yang dilihatnya. Pada usia ini anak sudah bisa merasakan rangsangan seks walaupun belum dipahami betul olehnya. Anak-anak juga sudah mulai suka berteman dengan teman jenis dan sudah mulai ada dorongan untuk menyukai lawan jenisnya.

Kita berkewajiban memberikan penjelasan tentang perubahan tubuh dan etika berteman. Yang lebih penting lagi adaalah mengajarkan tentang  HARGA DIRI dan KEHORMATAN. Anak perlu diberikan pengertian bahwa dirinya sangat berharga oleh karena itu tidak boleh disentuh sembarangan oleh orang lain apalagi sampai ke alat-alat fital dan tidak boleh sembarangan disalahgunakan.

Melengkapi harga diri dan kehormatan, anak juga diajari KEBERANIAN menolak apabila orang lain mencoba memegangnya dan melapor kepada orang tua

Kendala dan Solusi
Kendala secara umum adalah bagaimana membuat anak mau terbuka kepada kita sebagai orang tua. Bagaimana anak merasa nyaman untuk bercerita dan bertanya tentang hal apapun hasil interaksi dengan teman-teman dan lingkungan.

Dalam kenyataannya, seringkali kita justru menutup peluang tersebut dan selalu bilang "huss..diam..!" ketika anak mulai bercerita atau menanyakan hal-hal seputaran perubahan dalam dirinya atau bermaksud menceritakan pengalaman tertentu, apalagi menyangkut seks. Hal ini menyebabkan anak menjadi takut untuk terbuka. Jadi, Kesalahan besar bagi kita kalau ini terjadi.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua kita harus bersikap bijak dan terbuka serta mau menjadi tempat curhat yang nyaman bagi anak. Jangan mengabaikan pertanyaan dan cerita anak walaupun itu sangat tidak masuk diakal. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat umur anak.  

Sugesti
  1. Pendidikan seks anak sangat penting dilakukan sejak usia dini dengan melihat tingkatan umum; 
  2. Prasyarat dasar pendidikan seks bagi anak adalah keterbukaan dan kemampuan orang tua dalam memposisikan diri sebagai teman sekaligus sahabat, agar anak mau bercerita atas pengalaman interaksi dengan lingkungan, termasuk dalam hal ini adalah perkembangaan seksualitasnya; 
  3. Hal terbaik dalam pendidikan seks anak adalah mengajari tentang rasa malu, harga diri dan kehormatan  sejak dini, bahwa  dirinya terlalu berharga untuk disentuh orang lain. 
Keterlambatan orang tua memberikan pendidikan seks bagi anak,  berarti mendekatkan anak kepada kemungkinan terjadi pelecehan seksual anak (pedofilia) dan tindakan kekerasan seks lainnya. 

Baca juga Posting Berikut untuk memperkaya wawasan kita terkait pendidikan seks anak.

----------oo0oo----------


Tribute to Indah Putri - Give Away Blog Contest

 KOntes
Referensi Olahan berbagai sumber dan Self Opinion

Paradigma Pendidikan Seks Anak

20 komentar

de lavega


Mendekati pemilihan Presiden Republik Indonesia, nampaknya banyak orang-orang yang berubah. Mereka yang dulu adalah teman seperjuangan dalam satu komunitas tertentu, sekarang harus berseberangan jalan. Banyak orang yang "rela" mengubah dirinya menjadi pribadi yang tidak sesungguhnya. Mereka memilih "Become Someone Else" dengan memakai topeng-topeng yang beraneka macam.

Melihat gambaran mereka, mengingatkan saya pada karakter Zorro, "Manusia Bertopeng" yang mempunyai nama asli Don Diego de la Vega. Zorro adalah karakter hasil imaginasi seorang Johnston McCulley di tahun 1919.

Walaupun sama-sama bertopeng, keduanya berbeda dan sangat bertolak belakang. Zorro yang selalu naik kuda hitam bernama Tornado, selalu mencabut pedang untuk membela rakyat yang tertindas. Sedangkan untuk "Zorro Dadakan" yang muncul setiap 5 tahun sekali selalu berebut kedudukan untuk ambisi pribadi dan golongan. Nyakinkah anda, mereka pembela orang kecil seperti yang selalu di gembar-gemborkan?

Sebongkah roti kekuasaan telah menjadikan manusia bertopeng ini bersekutu walaupun sebelumnya saling hujat, membenci dan menjatuhkan. Setelah tercapai apa yang diinginkannya "terpaksa" melupakan janji kepada rakyat dengan alibi yang kadang susah dinalar.

Sekali lagi hal ini membuktikan kebenaran perkataan Harold Dwight Lasswell bahwa Politics is who gets what, when, and how.

Saya tidak terkesan melihat realita ini dan tetap berdoa semoga mereka berubah menjadi Zorro seperti di film-film. Kalau saya merindukan manusia bertopeng seperti Zorro, itu karena saya menginginkan "jatah belanja bulanan suami" cukup untuk hidup sebulan. Tidak perlu pusing putar sana putar sini karena harga bumbu dapur dan sembako terjangkau. Itu saja ! Apa meraka tahu, sih ?


Mencari Zorro Pembela Bumbu Dapur

6 komentar

Husen Al Atas

Menarik sekali melihat penampilan "Si Metal Arabian" Huesin dalam malam puncak Indonesian Idol (23/5) di RCTI. Walaupun saya tidak mengidolakan Husein (Virza Jagoan Saya), tetapi melihat penampilannya yang kedua dengan lagu karya Opiek benar-benar membuat larut. Aransement musik yang syahdu dan mendayu-dayu dan beberapa dancer yang menari ala sufi itu semakin membuat jadi merinding. 

Pikir saya, apa tidak pusing sih orang menari hanya berputar seperti gangsing begitu ? 

Pencetus Tarian Sufi
Tarian sufi (beberapa sumber mengatakan 'sema') diciptakan oleh Jalaluddin Rumi. Seorang Sufi yang dilahirkan di kota Balkh-Afghanistan, 30 September 1273. Tarian berputar melawan arah jarum jam ini merupakan paduan warna dari tradisi, sejarah, kepercayaan, dan budaya Turki. 

Kenapa Berputar ?
Menurut Profesor Zaki Saritoprak, pakar dan pemerhati pemikiran Jalaluddin Rumi dari Monash University, Australia, berpandangan bahwa kondisi dasar semua yang ada di dunia ini adalah berputar. Tidak ada satu benda dan makhluk yang tidak berputar. Keadaan ini dikarenakan perputaran elektron, proton, dan neutron dalam atom yang merupakan partikel terkecil penyusun semua benda atau makhluk.
Tarian sufi yang didominasi gerakan berputar-putar mengajak akal untuk menyatu dengan perputaran keseluruhan ciptaan dari tidak ada, ada, kemudian kembali ke tiada
Berapa Lama Berputar
Dalam berputar, penari tidak memiliki patokan waktu tentang “berapa lama ia harus berputar” atau “seberapa cepat putarannya”, tetapi penari dituntut terus berputar hingga ia kehilangan emosi dan menyerahkan diri sepenuhnya pada Yang Maha Kuasa.

Apa Makna Tarian Sufi ?

  • Tangan kanan yang menghadap ke atas memiliki makna bahwa sang penari mendapatkan hidayah dari Allah, kemudian tangan kiri yang menghadap ke bawah memiliki makna menyebarkan hidayah yang telah diterima. Ini menyimbolkan adanya hubungan yang baik antara makhluk dengan Sang Khalik dan hubungan antara makhluk dengan makhluk lainnya.
  • Garakan kaki para penari sufi juga memiliki beberapa makna tentang kehidupan. Kaki kanan yang digunakan untuk melakukan putaran memiliki makna bahwa seseorang akan melangkah ke arah yang lebih baik. kaki kanan pun ketika melakukan pergerakan menyimbolkan bahwa ia menginjak-injak segala sifat keduniawian dan memilih untuk melangkah kea rah yang benar yaitu, seusuai putaran yang sebenarnya. Kaki kiri sebagai tumpuan pun memiliki makna bahwa bagaimanapun seseorang bergerak asalkan memiliki tumpuan yang elas maka orang tersebut tidak akan terperosok ke dalam jurang kemaksiatan.
  • Pakaian para penari sufi memiliki beberapa atribut yang sangat khas. Di bagian kepala penari memakai topi maulawi. Selanjutnya, penari pun memakai jubah hitam dan tennur putih. 
  • Topi maulawi yang dipakai penari sufi adalah topi merupakan topi memanjang. Topi ini melambangkan batu nisan. Dengan perlambangan seperti itu maka tarian ini mengingatkan pada kematian, sehingga akan seseorang akan selalu mempersiakan diri pada kematian.
  • Jubah hitam melambangkan alam kubur yang ketika dilepaskan melambangkan kelahiran kembali menuju kebenaran. Sedangkan tennur putih melambangkan kain kafan yang membungkus ego.
  • Penari sufi memakai kuff. Kuff adalah kulit yang dipergunakan Rasullulah pada musim dingin sebagai alas kaki. Digunakannya kuff untuk menghindari menjejak bumi karena energi bumi negatif, penuh keduniawian.
Anjuran Atau Bid'ah ?
Ada dua pendapat tentang tarian sufi ini, dimana banyak ulama yang mengatakan bahwa tarian ini adalah hasil budaya manusia yang tidak ada hubungan ibadah jadi tidak termasuk bid'ah, akan tetapi banyak juga ulama yang mengatakan bahwa tarian Sufi (Sema) mengatakan bid'ah. 

Salah satu ulama yang mengatakan bid'ah tersebut adalah Syaikh Salim bin Muhammad Al ‘Ummarri. Syaikh Salim ada adalah da’i sunnah di Saudi Arabia yang tulisan-tulisan bisa didapatkan di web www.alammary.net

Dasar argumen Syeihk Salim adalah Hadits yang diriwayatkan sahabat Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah berkhutbah :
“Beliau memuja-muji Allah dengan segala pujian yang layak bagi-Nya, kemudian bersabda: ‘Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah, tidak akan ada yang dapat membuatnya tersesat. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, tidak ada pemberi hidayah yang dapat menolongnya. Perkataan yang paling benar adalah kitabullah. Hidayah yang paling utama adalah petunjuk dari Muhammad. Perkara agama yang paling buruk adalah yang dibuat-buat’. Setiap yang dibuat-buat dalam agama adalah bid’ah. Setiap bid’ah itu sesat. Setiap kesesatan itu tempatnya di neraka“
Penjelasan Syaikh Salim bin Muhammad Al ‘Ummarri, 
Hadits ini sudah cukup untuk membuat kita waspada dari bid’ah dan tidak mendekatinya. Bagaimana mungkin orang yang sangat ingin dekat dengan Allah malah berbuat bid’ah dalam agama Allah Ta’ala? Bid’ah itu adalah sebab datangnya murka dan kemarahan Allah. Kita mohon kepada Allah agar senantiasa diberi ampunan-Nya dan keselamatan dari-Nya.
Bagaimana menurut Anda ?
Wallahu 'alam.


Referensi :

Tarian Sufi : Anjuran atau Bid'ah ?

6 komentar

Foto Kenangan Bersama Ayah
Dukumen Pribadi


Ayah,
Aku ingin berkirim surat kepadamu. Menanyakan apakah Allah telah memberikan tempat yang indah untukmu, Al-Jannah yang telah dijanjikan bagi hamba-Nya yang sabar dan Ikhlas,  
Mereka (orang-orang yang sabar) itulah yang akan dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam al-jannah) dikarenakan kesabaran mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. (Al Furqaan : 75)
Tahukah ayah, Kepergian ayah dua tahun lalu sungguh telah membuat aku seperti kehilangan sandaran hidup. Kehilangan jiwa dan rasa. Aku belum bisa membalas apa-apa atas kesabaran, keikhlasan dan cinta Ayah. Engkau telah menjalani kodrat hidup yang keras dan serba kekurangan tetapi tidak pernah sekalipun menunjukkan keluh pada anak-anakmu atas beban berat itu.  

Aku masih ingat ayah,
Bagaimana ayah memutuskan menjual kusi ruang tamu kayu jati berbusa merah dan almari kayu tempat menyimpan baju-baju ayah sendiri. Ayah jual semua itu untuk biaya pendaftaran ulang kuliahku di Jember. Aku mengerti, ayah tidak menginginkan anak-anaknya perpendidikan rendah seperti ayah yang hanya lulusan SR (Sekolah Rakyat). Walaupun ayah tahu, bahwa aku hanya seorang perempuan. Ayah berbeda dengan pemikiran kebanyak orang di kampung, bahwa perempuan diciptakan hanya untuk dapur, sumur dan kasur.

Ayah juga tidak mengeluh menyisihkan uang makan harian ayah untukku. Aku sangat bersyukur menerima uang 60.000 setiap bulan dari ayah. Uang yang disembunyikan dalam lipatan kertas karbon hitam bersama sepucuk surat yang berisi khabar keluarga. Bukan melalui transfer ATM atau wesel pos kala itu. 

Ayah tidak malu hutang sana-sini untuk menutup biaya lain-lain selama kuliahku. Entah berapa banyak hutang tersebut. Ayah berkeras bahwa itu sudah menjadi kewajiban sebagai orang tua. Walaupun itu harus terjadi. Ayah selalu cerita tentang keikhlasan hidup. Ayah selalu bilang bahwa Allah yang akan memudahkan jalan dan membayarnya kelak dengan cara yang indah. 

Ayah,
Aku melihat betapa ayah bangga, ketika ayah menghadiri wisudaku dulu. Dengan berpakaian batik dan berpeci hitam, ayah bersemangat mendampingi penerimaan tanda kelulusanku. Ayahlah yang pertama menujukkan kepada warga kampung bahwa anak perempuan juga punya hak yang sama dengan anak laki-laki untuk mengenyam pendidikan tinggi. Tidak hanya sebatas lulus SMA lalu dikawinkan.

Menceritakan kembali bagaimana ayah menghadiahi aku kompor gas, lemari es, dan tempat tidur ketika aku memutuskan mengikuti suami untuk kontrak rumah agar dekat dengan tempat kerja. Aku tidak ingin memberatkan ayah. Tetapi ayah berkeras agar aku menerima itu. 

Lima bulan kemudian aku baru mengetahui, bahwa ternyata barang-barang itu ayah beli dengan cara kredit dan harus membayar bulanan beserta bunganya. Ya Allah, sampai segitukan ayah berkorban untukku. Sampai aku bersuami pun cinta ayah tidak terhenti. Tanpa bermaksud menyinggung perasaan ayah, dengan seijin suami akhirnya aku mengambil alih pembayaran kredit barang-barang itu hingga lunas.   

Ayah,
Aku ingin berkirim surat untukmu. Menanyakan kembali, apakah Allah telah menepati janji mewujudkan amal ibadah dan pengorbanan ayah menjadi teman-teman cahaya yang menerangi ayah hingga hari penghisaban nanti. 
Datanglah seorang laki-laki tampan yang berpakaian bagus dan berbau harum. Ia berkata, “Berbahagialah dengan segala yang membahagiakan Anda. Ini adalah hari kebahagiaan Anda yang telah Allah janjikan.” Orang beriman tersebut bertanya, “Siapakah engkau? Wajahmu tampan sekali.” Ia menjawab, “Aku adalah amal saleh Anda.”
Ayah, 
Aku ingin berkirim surat untukmu. Aku sertakan foto kenangan bersamamu. Foto lama yang aku temukan disela-sela buku harianku. Foto kita bersama Ibu dan adek sedang duduk dikursi yang engkau jual untukku itu. 

Ijinkan aku menebus cinta kasih dan pengorbananmu dulu. Aku kirimkan fadhilah Al-Fatehah dalam sujud dan setiap helaan napasku. Aku juga berjanji akan mengisahkan kembali cinta dan pengorbanan itu kepada cucu-cucumu, bahwa cinta telah menginspirasi seorang ayah melakukan apapun untuk anak dan keluarganya.

Ayah,
Aku menangis karena rindu dan berharap berkumpul bersama ayah bila Allah memanggilku kelak.
   
oooo0oooo


  Kisah Ini diikutkan dalam Kompetisi Blog sprayed-amore Vol. 1 - Cinta Menginspirasi

Sepucuk Surat Untuk Ayah

25 komentar

Julia Perez
Credit Photo

Kali ini aku harus bilang "WOW" sambil jalan mundur ke kamar mandi atas keberanian seorang Julia Perez. Artis yang bernama asli Yulia Rachmawati terang-terangan "menggoda" seorang duda keren, tokoh nasional yang lagi naik daun.

Entah serius, sekedar mencari sensasi atau justru sudah disetting sedemikian rupa, julia perez di akun twitternya @juliaperrez membuat heboh dunia maya dengan "menawarkan diri" menjadi istri tokoh ini.
 "Dear Pak@Prabowo08 , Jupe siap dipinang kapan aja Bapak mau. Bapak kan mau jadi presiden butuh istri, Jupe siap pak..#RI 1."
Jelas yang dimaksud dengan Pak Probowo adalah Prabowo Subianto salah satu capres yang didukung oleh enam partai besar di Indonesia. Dalam waktu singkat, Prabowo pun membalas twit Jupe,
"Terima kasih untuk dukungannya selama ini, mbak @juliaperrez."
Apakah anda mempunyai pertanyaan yang sama seperti saya yakni, bolehkah seorang perempuan menawarkan diri untuk dinikahi seorang laki-laki ?

Perspektif Sosial
Pada dasarnya tidak ada larangan bila ini terjadi. Akan tetapi lingkungan sosial terkadang masih melihat hal ini sebagai sesuatu yang "sedikit tabu". Tetapi bukanya tidak boleh. Masalah tabu adalah masalah presepsi. Biasanya orang memandang bahwa seorang perempuan yang menawarkan diri untuk dinikahi seorang laki-laki dipandang tidak "laku" maka itu terjadi.

Adakalanya ini terjadi karena masalah perasaan yang terpendam dan terlalu lama menunggu laki-laki meminangnya. Maka untuk menemukan titik temu, perempuanlah yang mengambil inisiatif untuk memulainya.

Perspektif Agama
Menawarkan diri pada lelaki juga diijinkan dalam agama (Islam). Prasaratnya adalah laki-laki tersebut pasti agamanya dan pasti kualitas akhlaknya. Yang tidak pasti adalah hanya satu yakni, diterima atau tidak. Andai ditolak pun sebenarnya bukanlah kehinaan. Hanya menumbuhkan ladang kesabaran yang niscaya menumbuhkan pahala.

Hal ini lebih baik daripada menunggu yang tak pasti yakni tak pasti agama dan akhlaknya. Bahkan juga tak pasti pula datangnya.

Menawarkan Diri Berbeda Dengan Menghibahkan Diri
Menawarkan diri mempunyai status sama-sama tingginya dengan laki-laki. Dalam bahasa diplomasi adalah mempunyai bargain (daya tawar) yang sama. tetapi kalau mengibahkan diri mempunyai kedudukan yang rendah karena harus menyerahkan diri secara total tanpa tebusan.

Karena syarat syahnya pernikahan membutuhkan tebusan sebagai mahar maka menghibahkan diri kepada seorang lelaki tidaklah dibolehkan. Dikwatirkan nantinya si lelaki menikahi si wanita tanpa mahar dan tanpa wali. Inilah bedanya.

Dalam fenomena Jupe ini, andai kata benar, maka bila dipahami dari segi bahasanya Jupe tidak menghibahkan diri tetapi menawarkan diri. Apabila melihat prasyarat di atas, maka boleh-boleh saja dan sah-sah saja.

Sayangnya maksud jupe sepertinya hanya sekedar sensasi karena sebelumnya Jupe menulis di twitternya sebagai berikut :
 “Pak @Prabowo08 itu orang yang baik dan sopan.. Dia mau jawab semua tweets penggemar..Jadi jangan salah mengartikan,,… Saya sangat hormat.”
dan,
 “@Prabowo08 ketika melihat bapak pidato mengingat saya akan Bung Karno.. Jadi wajar saya ngefans sama Bung Karno..dan juga Pak Prabowo”

Tetapi, apabila ini benar-benar terjadi, maukah kita mempunyai ibu negara seorang Jupe ? Kalau toh pun kita tidak mau dan menolaknya, lha memangnya yang mau menikah itu siapa ?




Julia Perez akan Jadi Ibu Negara ?

26 komentar

Si Kecil, Ayunda, bertanya. "Ma, itu kok om dan tante baju dan rambut dicat. Lagi ikut lomba mewarnai ya. Ayunda ikut daftarin dong?"

Aku bilang mereka bukan lagi mau ikut lomba mewarnai. Mereka lagi seneng karena lulus ujian sekolah. "Oh, kalau gitu boleh gak nanti kalau Ayunda lulus TK boleh dicat seperti itu ,ma" jawab Si Kecil.

Sampai di sini saya sudah berfikir dan hati-hati memberikan penjelasan kepada Si Kecil. Tidak mungkin saya memberikan penjelasan yang belum bisa dipahami oleh nalarnya. Tetapi, saya juga tidak mau memberikan penjelasan yang salah. Karena akan selalu diingat dan bisa menjadi bumerang baginya kelak.

Mustahil saya jawab, mereka itu orang yang paling bahagia di dunia karena telah sukses menaklukan rumitnya produk sistem pendidikan nasional yang belum berbasis pada kompetensi sesungguhnya dengan kurikulum dasar yang meliuk-liuk dan diperdebatkan oleh banyak orang.

Tidak mungkin juga saya jawab bahwa mereka itu orang-orang yang berhasil mengerjakan soal-soal mata pelajaran yang sesungguhnya tidak semua orang bisa mengerjakannya. Bahkan andai Menteri Pendidikan Nasionalnya sendiri ikut serta dalam ujian tersebut juga belum tentu bisa mengerjakannya.

Mustahil juga saya menjelaskan bahwa mereka itu adalah anak-anak sholeh dan sholehah yang bisa membalas budi kedua orang tuanya karena berhasil menukar puluhan juta dengan selembar kertas bertuliskan "ijazah".

Atau, mereka itu orang-orang yang sukses mengakhiri dunia abu-abu dan masuk ke dunia nyata. Karena tidak semua dari mereka bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan harus menghentikan mimpinya untuk terus belajar menggantikannya dengan bekerja.

Tahukah anda jawaban apa yang saya berikan kepada Si Kecil agar tidak kecewa ?

"Kalau pakaian dicat warna-warni maka setelah itu tidak bisa dipakai lagi dan harus dibuang. Sayang sekali karena belinya mahal. Nah, kalau kulit dan rambut dicat, juga susah dibersihkan, dong. Kulitnya Adek kan sudah cantik".


Menurut anda, apakah jawaban saya sudah benar dan sesuai dengan pemahaman Si Kecil yang masih duduk di TK ?


#Pestakeulusan


Apakah Dulu Kita Seperti Mereka?

4 komentar